Jangkrik dan Serangga Hidup Tidak Bisa Dicerna Sempurna Oleh Burung

Sunday, August 14th 2016. | Untuk Burung

Artikel kali ini saya akan mengangkat tentang tema ampas yang biasa di keluarkan oleh burung kicau. Jangkrik dan serangga hidup tidak bisa dicerna sempurna oleh burung kicauan. Karena sadar atau tidak, kondisi tempat hidup burung peliharaan kita sangat jauh berbeda dengan habitat aslinya.

Jika di habitat aslinya burung-burung pemakan serangga sangat jarang mengeluarkan ampas atau sisa makanan yang tidak bisa di cerna oleh organ pencernaannya. Lain halnya dengan jenis burung-burung predator yang biasa memangsa hewan besar atau berbagai jenis mamalia.

Ampas Dari Burung Pentet atau Cendet

Seperti burung pentet atau cendet yang memang di habitatnya adalah jenis burung predator. Burung ini biasa mengeluarkan ampas berupa bulu, tulang atau bagian tubuh lainnya dari hewan yang di mangsanya. Hal ini di karenakan karena bagian tubuh tersebut tidak bisa dicerna dengan sempurna oleh organ pencernaannya.

Di dalam kandang, kita sering melihat burung pentet mengeluarkan ampas yang berbentuk bola berwarna kecoklatan dari mulutnya. Saya menduga hal tersebut berasal dari sisa pencernaan voer yang di konsumsinya. Karena pada umumnya voer terbuat dari kombinasi antara dedak atau bekatul dan jagung, bahan tadi kurang cocok dengan organ pencernaan burung cendet yang didesign untuk burung pemangsa atau karnivora.

Hal tersebut juga berlaku jika burung pentet peliharaan, saya sajikan dengan pakan serangga hidup. Namun ampas dari burung cendet lebih kecil atau bahkan tidak ada. Sehingga analisa saya sementara adalah jangkrik dan serangga hidup tidak bisa dicerna sempurna oleh burung pentet milik saya tersebut.

Fenomena Nyepah Pada Burung Murai dan Kacer

Jangkrik dan Serangga Hidup Tidak Bisa Dicerna Sempurna Oleh Burung murai dan kacer. Sehingga burung tersebut mengeluarkan ampas berbentuk oval. Fenomena mengeluarkan ampas sisa serangga tersebut terkadang di sebut dengan “nyepah”.

Fenomena nyepah pada burung murai dan kacer menunjukkan bahwa jangkrik dan serangga hidup lainnya tidak bisa dicerna dengan sempurna oleh burung. Seperti yang di alami oleh pemilik akun facebook bernama Agung Wibowo yang memposting tentang fenomena tersebut. Mari kita lihat postingannya pada link di bawah ini

 Fenomena Nyepah Pada Burung Kacer

Anggota group yang lain ada yang beranggapan jika terlihat gejala seperti itu menandakan bahwa burungnya sedang dalam kondisi top perform dan siap untuk “di adu”. Ada juga yang mempunyai kisah yang sama, beranggapan bahwa burungnya dalam kondisi kenyang sehabis di beri jangkrik dan serangga hidup lainnya.

Saya pribadi menganggap fenomena tersebut adalah karena porsi jangkrik dan serangga yang di berikan dalam jumlah banyakdari biasanya. Atau bisa jadi kondisi burung Om Agung Wibowo tidak dalam kondisi fit, sehingga kerja organ pencernaannya berkurang fungsinya.

Ampas yang di keluarkan adalah sebagai bentuk manifestasi burung untuk mengeluarkan benda asing atau kotoran dalam tubuhnya. Sehingga setelah di keluarkan si burung merasa lega, sehingga bisa berkicau lebih nyaring atau sering. Sama seperti kita manusia, ada perasaan lega setelah kita bisa mengeluarkan “ampas kotoran” dalam tubuh.

Tulisan ini saya buat semata hanya sebagai opini pribadi. Tidak ada data atau bukti ilmiah yang mendasari opini tersebut. Silahkan kirimkan komentar pada kolom dibawah ini untuk menyampaikan pendapatnya.

Terima Kasih

tags: ,