Ragam Spesies Jangkrik di Dunia: Mana yang Sering Dijadikan Pakan?

Tuesday, August 30th 2016. | Info Jangkrik MARKEL
Suara Jangkrik

Suara Jangkrik

Bertambahnya populasi penduduk bumi tidak selaras dengan jumlah lahan untuk bertanam pangan yang ada. Ironisnya, jumlah lahan malah semakin berkurang. Salah satu penyebabnya adalah arus modernisasi yang hampir tidak terbendung lagi. Lahan tanah yang dibeton agar dianggap cocok dengan daerah perkotaan membuat jumlah pangan berkurang, sehingga mau tidak mau harus ada alternatif lain. Bahan pangan yang sedang dibudidayakan akhir-akhir ini adalah serangga, terutama jangkrik.

Baca juga: Tepung Jangkrik

Mengapa jangkrik? Menurut beberapa penelitian terakhir, serangga kaya akan protein, bahkan sama dengan protein hewani lainnya. Misalnya: 100 gram jangkrik (hidup atau mati) setara dengan 121 kalori. Jumlah proteinnya ada 12,9 gram. Kandungan lemaknya juga ada 5,5 gram dan karbohidratnya berjumlah 5,1 gram. Berbeda dengan daging sapi yang kandungan protein dan lemaknya lebih tinggi. Tidak heran bila serangga ini dianggap dapat menangkal kegemukan (obesitas).

Tapi, sebenarnya ada berapa spesies jangkrik di dunia ini? Mana yang paling sering dijadikan pakan?

Jangkrik yang nama Latin-nya adalah Gryllidae masih bersaudara dengan belalang. Tubuhnya rata dan antenanya juga panjang. Serangga ini termasuk mahluk herbivora. Saat ini sudah terdapat sekitar 1000 spesies jangkrik di daerah tropis.

Membutuhkan Jangkrik

Membutuhkan Jangkrik

Di Indonesia sendiri ada sekitar seratus spesies jangkrik. Yang paling sering diternakkan adalah jenis Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Sementara itu, di Caraguatatuba, Brazil, ada mitos seputar jangkrik yang mungkin cukup unik. Misalnya: jangkrik yang berwarna hitam dianggap sebagai pembawa sial atau pertanda akan datangnya wabah penyakit. Yang berwarna hijau dianggap sebagai pertanda baik atau adanya harapan. Hmm, mungkin saja karena hijau merupakan warna tumbuhan pada umumnya, sehingga disamakan dengan simbol kesuburan.

Lalu, kehadiran jangkrik berwarna abu-abu disamakan dengan pertanda keberuntungan, seperti uang.

Lalu, jangkrik apa saja yang paling sering dijadikan pakan, seperti tepung? Jawabannya: tergantung daerah jangkrik tersebut berasal. Di Indonesia, tentu saja jenis jangkrik yang paling banyak dipelihara, yaitu Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus, yang sering dijadikan pakan berupa tepung.

Tentu saja, tepung jangkrik kering tidak hanya digunakan untuk memberi makan burung, ikan, dan binatang lain seperti sugar glider. Di Amerika, tepung tersebut digunakan sebagai bahan pembuat kue, sementara di Prancis untuk pasta.

Sumber:

http://www.pikiran-rakyat.com/hidup-gaya/2016/08/08/makan-serangga-ternyata-bermanfaat-376908
https://id.wikipedia.org/wiki/Cengkerik
http://alamtani.com/cara-ternak-jangkrik.html

 

tags: , , , , , ,