Tentang Jangkrik

Sunday, July 10th 2016. | Info Jangkrik MARKEL
sumber foto : memetmulyadi.blogspot.com

sumber foto : memetmulyadi.blogspot.com

Artikel kali ini membahas seputar tentang jangkrik. Jangkrik adalah serangga yang masih berkerabat dekat dengan belalang. Dengan bentuk tubuh yang bulat serta memiliki sepasang antena memanjang ke atas. Memiliki sepayang sayap yang berfungsi ganda, selain untuk terbang juga sebagai sarana komunikasi. Bunyi yang berasal dari sayap jangkrik jantan berfungsi untuk beberapa hal,  menarik perhatian jangkrik betina juga sebagai penanda wilayah kekuasaan agar jangkrik jantan lainnya tidak mendekat.

Bagian Tubuh Jangkrik Yang Berbahaya Untuk Hewan Peliharaan

Anda harus waspada jika menyajikan jangkrik hidup untuk hewan peliharaan anda. Karena ada beberapa bagian tubuh jangkrik yang berbahaya untuk hewan peliharaan anda. Beberapa hal tentang jangkrik yang berbahaya untuk hewan peliharaan.

Tubuh jangkrik mempunyai rangka luar sama seperti udang dan kepiting dan binatang eksoskeleton lainnya. Rangka tersebut tersusun dari bahan kitin. Jangkrik memiliki dua pasang, sepasang sayap depan dan sepasang sayap belakang, namun ada juga jenis jangkrik yang tidak bersayap, meskipun demikian jangkrik yang diternakkan pada umumnya mempunyai sayap jika telah dewasa (imago).

Kepala

Kepala Jangkrik

Sumber Gambar: https://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/kingdom-animalia/arthropoda/

Pada kepala jangkrik terdapat sepasang antena, mata majemuk, mata oseli, labrum (bibir atas), labium (bibir bawah), mandibula (gigi), dan alat tambahan lain yang berfungsi sebagai lidah yaitu palpus maksilaris dan palpus labialis. Di dalam kepala jangkrik terdapat otak yang terdiri atas otak depan, otak tengah, dan otak belakang dengan fungsi masing-masing yang berbeda, namun semuanya berkaitan dengan sistem indera dan hormon yang ada pada tubuh jangkrik.

Seputar tentang jangkrik pada bagian kepala. Bagian ini sering dibuang pada saat jangkrik di sajikan sebagai pakan hewan kesayangan. Hal tersebut bukan tanpa alasan, bagian rahang jangkrik ini sangat kuat jika digunakan untuk menggigit. Anda pernah di gigit jangkrik ? Jika belum silahkan di coba. Lalu bayangkan jika hewan kesayangan anda menelan jangkrik yang masih setengah hidup, lalu si jangkrik mengadakan perlawanan dengan cara menggigit bagian dalam hewan anda.

Kaki

Kaki Belakang Jangkrik

Sumber gambar: http://tutorialbudidaya.blogspot.co.id/2013/12/sejarah-dan-morfologi-jangkrik.html

Kaki belakangnya selain digunakan untuk berjalan juga berfung­si untuk melompat, baik untuk mengawali penerbangan maupun untuk mencapai tempat lain dalam jarak yang cukup jauh. Tipe kaki untuk melompat ini disebut dengan istilah saltatohal.

Coba perhatikan gambar kaki jangkrik di atas. Sepasang kaki tersebut di rancang untuk melompat, sehingga mempunyai tenaga dan hentakan yang cukup besar. Pada bagian ujungnya terdapat cakar dan duri-duri untuk hinggap. Coba anda bayangkan, jangkrik yang meronta untuk mempertahankan tubuhnya yang sedang dimangsa oleh hewan kesayangan anda. Akan sangat berbahaya jika jangkrik diberikan dalam kondisi hidup, terlebih lagi jika kaki bagian belakang masih lengkap.

Kandungan Protein, Hormon dan Gizi Jangkrik

Jangkrik mengandung 105,49 ppm hormon progesteron dan 259,535 hormon esterogen. Kedua hormon tersebut bertanggung jawab pada proses reproduksi dan biasa di sebut sebagai hormon steroid. Jangkrik juga menghasilkan sumber energi 4,87 kalori per gram, jauh di atas bahan makanan lainnya, data penelitian menyebutkan jangkrik memiliki senyawa kimia seperti asam amino yang dibutuhkan untuk proses pembentukan sel. Selain itu, jangkrik juga mengandung glutation (GSH) dan berfungsi sebagai antioksidan alami.

Saat ini pemanfaatan jangkrik terbesar adalah sebagai makanan tambahan hewan peliharaan. Pemberian jangkrik bertujuan sebagai pemenuhan gizi hewan peliharaan dan asupan protein. Pemberian jangkrik sebagai pakan tambahan pada hewan peliharaan biasanya di berikan dalam bentuk hidup. Sehingga para pecinta hewan pemakan serangga biasanya juga harus memelihara jangkrik (setidaknya agar jangkrik tetap hidup) untuk pakan hewan peliharaannya.

Daftar Pustaka

  1. http://www.edu-file.com/2014/08/seminar-zoologi-morfologi-jangkrik.html
  2. http://tutorialbudidaya.blogspot.com/2013/12/sejarah-dan-morfologi-jangkrik.html
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Cengkerik
  4. https://aslam02.wordpress.com/materi/kelas-x-2/kingdom-animalia/arthropoda/
tags: , , ,